Kamera adalah alat paling populer dalam aktivitas fotografi. Nama
ini didapat dari camera obscura, bahasa Latin untuk "ruang gelap",
mekanisme awal untuk memproyeksikan tampilan di mana suatu ruangan berfungsi
seperti cara kerja kamera fotografis yang modern, kecuali tidak ada cara pada
waktu itu untuk mencatat tampilan gambarnya selain secara manual mengikuti
jejaknya. Dalam dunia fotografi, kamera merupakan suatu peranti untuk membentuk
dan merekam suatu bayangan potret pada lembaran film. Pada kamera televisi,
sistem lensa membentuk gambar pada sebuah lempeng yang peka cahaya. Lempeng ini
akan memancarkan elektron ke lempeng sasaran bila terkena cahaya. Selanjutnya,
pancaran elektron itu diperlakukan secara elektronik. Dikenal banyak jenis
kamera potret.
Digital berasal dari kata Digitus, dalam bahasa Yunani berarti jari
jemari. Semua sistem komputer menggunakan sistem digital sebagai basis datanya.
Dapat disebut juga dengan istilah Bit (Binary Digit). Konsep digital ini ternyata
juga menjadi gambaran pemahaman suatu keadaan yang saling berlawanan. Pada
gambaran saklar lampu yang ditekan pada tombol on, maka ruangan akan tampak
terang. Namun apabila saklar lampu yang ditekan pada tombol off, maka ruangan
menjadi gelap. Kondisi alam semesta secara keseluruhan menganut sistem digital
ini. Pada belahan bumi katulistiwa, munculnya siang dan malam adalah suatu
fenomena yang tidak terbantahkan. Secara psikologis,
Manusia terbentuk dengan dua sifatnya, yaitu baik dan buruk. Konsep
Yin dan Yang ternyata juga bersentuhan dengan konsep digital ini. Kamera
digital adalah alat untuk membuat gambar dari obyek untuk selanjutnya dibiasakan
melalui lensa kepada sensor CCD (Charge Coupled device)
ada juga yang menggunakan sensr CMOS (complementary metal oxide semiconductor) yang hasilnya kemudian direkam dalam format digital ke dalam media simpan digital. Karena hasilnya disimpan secara digital maka hasil rekam gambar ini harus diolah menggunakan pengolah digital pula semacam komputer atau mesin cetak yang daat membaca media simpan digital tersebut.Kemudahan dari kamera digital adalah hasil gambar yang dengan cepat diketahui hasilnya secara instan, kemudahan memindahkan hasil (transfer), dan penyuntingan warna, ketajaman, kecerahan dan ukuran yang dapat dilakukan dengan relatif lebih mudah daripada kamera manual. Bagian ini biasanya diletakkan didekat Shutter Release. Karena i pemotret mudah untuk menjangkaunya. Dengan meletakkan bagian ini di dekat shutter release, si pemotret atawa si photographer jadi bisa menjangkau bagian ini dengan jari yang dia pakai untuk menjangkau shutter release.Lalu, fungsi dari bagian ini? Bagian ini biasanya di gunakan untuk mengubah setting-setting tertentu dari camera digital yang bersangkutan. Misalnya... ada camera jenis tertentu yang memanfaatkan bagian ini buat mengatur setting Shutter Speed.Ada juga camera
digital yang memanfaatkan untuk mengubah setting Aperture, atau mengubah
filters, flip, dan sebagainya.
ada juga yang menggunakan sensr CMOS (complementary metal oxide semiconductor) yang hasilnya kemudian direkam dalam format digital ke dalam media simpan digital. Karena hasilnya disimpan secara digital maka hasil rekam gambar ini harus diolah menggunakan pengolah digital pula semacam komputer atau mesin cetak yang daat membaca media simpan digital tersebut.Kemudahan dari kamera digital adalah hasil gambar yang dengan cepat diketahui hasilnya secara instan, kemudahan memindahkan hasil (transfer), dan penyuntingan warna, ketajaman, kecerahan dan ukuran yang dapat dilakukan dengan relatif lebih mudah daripada kamera manual. Bagian ini biasanya diletakkan didekat Shutter Release. Karena i pemotret mudah untuk menjangkaunya. Dengan meletakkan bagian ini di dekat shutter release, si pemotret atawa si photographer jadi bisa menjangkau bagian ini dengan jari yang dia pakai untuk menjangkau shutter release.Lalu, fungsi dari bagian ini? Bagian ini biasanya di gunakan untuk mengubah setting-setting tertentu dari camera digital yang bersangkutan. Misalnya... ada camera jenis tertentu yang memanfaatkan bagian ini buat mengatur setting Shutter Speed.
Dari Samping
- Flip up electronic flash. Semakin tinggi dan jauh posisi flash dari lensa, maka semakin baik. Hal itu bisa mengurasi red-eye yang biasanya diakibatkan dari posisi flash yang terlalu dekat dengan lensa. dengan memposisikan flash jauh dari lensa, hal itu juga malah bisa menimbulkan efek red-eye.Kita bisa mengurangi dan menghindarkan efek red-eye dengan cara memposisikan atau mematikan flash.
- Zoom ring. Mengubah zoom secara manual biasanya lebih cepat ketimbang mengubah zoom secara motorik. Itulah sebabnya, camera yang mempunyai fasilitas mengubah zooming secara manual, relatif lebih mahal ketimbang camera yang cuma bisa mengubah zooming secara motorik.
- Macro button. Camera-camera yang menyediakan fasilitas close-up, biasanya juga menyediakan tombol yang memudahkan kita untuk berpindah-pindah dari satu mode ke mode lain. Dan bagian macro button ini, disedikan untuk mengakses fasilitas itu.
- Focus ring. Kate yang nulis buku photography ini, manual focus yang berbentuk ring yang melingkar di seputar lensa lebih meyakinkan untuk mengatur fokus.
- Filter/color/contrast/exposure options. Bagian ini dibuat agar kita lebih mudah dan cepat jika ingin mengatur setting-setting yang berhubungan dengan keempat element tadi.
- Sensitivity/program mode/white balance/focus/sequence options. Bagian ini juga disediakan agar memudahkan kita mengatur setting-setting tertentu.
- Automatic focus/Manual focus button. Dengan fasilitas ini, kita jadi mudah untuk berpindah-pindah mode. Jadi kita tidak perlu mengutak-atik.
9. Eyepiece
diopter correction control. Bagian ini sangat bermanfaat bagi photographer yang
berkacamata. Dengan mengakses bagian ini, itu bisa menutupi kekurangan mereka
yang memiliki masalah dalam hal penglihatan.
Jenis kamera digital :
Pada dasarnya kamera digital dapat dikategorikan dalam 2 jenis.
- Kamera saku digital (digital pocket camera)
- Kamera digital SLR (Digital Single Lens Reflect (SLR) Camera)
Kamera digital bisa memiliki banyak fungsi dan alat yang sama dapat menyimpan foto, gambar video, ataupun rekaman suara.
B.
Memahami Mode Pada Kamera Digital
Memiliki pemahaman yang bagus mengenai beberapa mode pengoperasian
kamera digital amat membantu kita untuk secara efektif mengontrol eksposur.
Artikel ini akan berusaha menjelaskan beberapa mode pengoperasian yang lazim
ada di kamera anda baik DSLR, kamera pocket yang canggih maupun Super-zoom;
aperture priority, shutter speed priority, program mode dan manual mode.
Apa Itu Mode
Pengoperasian Kamera?
Mode pada kamera digital memungkinkan kita mengontrol parameter
eksposur, khususnya shutter speed, aperture dan ISO yang merupakan parameter
dasar fotografi. Beberapa mode secara otomatis menentukan besaran tersebut,
namun mode yang lain memungkinkan kita mengontrolnya secara manual sesuai
selera kita.Dahulu saat belum ada mode kamera, fotografer harus menentukan
sendiri semua parameter shutter speed, aperture dan memilih jenis film yang
akan digunakan. Untuk menghitung intensitas dan jumlah cahaya, mereka harus
menggunakan alat metering ( baca cara
kerja metering kamera ) terpisah yang mengukur cahaya lalu
menentukaan informasi eksposure, yang kemudian digunakan untuk setting kamera.
Sejak diperkenalkannya kamera SLR yang mampu mengukur cahaya yang masuk
melalui lensa, alat metering mulai ditinggalkan. Sejak itu pula mode otomatis
juga mulai diperkenalkan oleh pabrik kamera, dimana kamera akan mengukur cahaya
yang masuk melalui lensa dan sekaligus menghitung nilai eksposure yang pas.
Mode yang saat ini ada (dihampir semua kamera digital kelas semi pro sampai
pro) berusaha menjembatani antara pengoperasian semi otomatis dan full manual
ala fotografer tempo dulu.
Jenis-Jenis Mode
Kamera
a.
Ada empat jenis
utama mode kamera:
b.
Program Mode
c.
Shutter Priority (Tv atau S)
d.
Aperture Priority (Av atau A)
e.
Manual (M)
- Program Mode
Dalam program mode, kamera secara otomatis akan menentukan Aperture dan Shutter Speed untuk
kita berdasarkan jumlah cahaya yang masuk melalui lensa. Jika anda menemukan
momen yang penting dan tidak ingin berpikir apa-apa langsung jepret, gunakan
mode ini.
Kamera akan berusaha menyeimbangkan antara shutter dan aperture,
jika kita mengarahkan lensa ke area yang terang, angka aperture secara otomatis
membesar sementara shutter speed dipertahankan di angka yang lumayan cepat.
Arahkan kamera ke area gelap dan angka aperture akan mengecil untuk mempertahakan
shutter supaya tidak terlalu blur. Ada
cara untuk mengubah pengukuran otomatis kamera, dengan memutar kontrol dial di
kamera. Jika kita putar dial ke kiri maka kamera akan “dipaksa” memperlambat
shutter speed dan menambah aperture. Jika memuter dial ke kanan, kamera akan
“dipaksa” mempercepat shutter speed dan memperkecil aperture.
- Shutter-Priority Mode
Di mode shutter priortiy, kita secara manual mengatur nilai shutter
speed dan kamera secara otomatis memilih nilai aperture untuk kita bserdasarkan
jumlah cahaya yang masuk melalui lensa. Mode ini bisa kita pakai saat ingin
membekukan gerakan atau kalau kita sengaja ingin menciptakan foto blur. Jika
ada terlalu banyak cahaya, maka angka aperture akan membesar (bukaan mengecil)
sehingga jumlah cahaya yang masuk lensa akan berkurang. Jika terlalu sedikit
cahaya masuk lensa makan angka aperture akan mengecil (bukaan membesar) supaya
cahaya makin banyak masuk lensa. Jadi di mode shutter priority, nilai shutter
speed akan konstan tidak berubah sesuai (sesuai setting kita), sementara nilai
aperture akan bervariasi tergantung jumlah cahaya.
- Aperture-Priority Mode
Di mode aperture priority, kita set besaran aperture secara manual
dan kamera akan menentukan besar shutter speed sesuai jumlah cahaya yang masuk
lensa. Dengan menggunakan mode aperture priority, kita memiliki kontrol penuh
atas depth of
field(bidang tajam), karena kita bisa menurunkan atau menaikkan
bukaan lensa dan membiarkan kamera yang menghitung shutter speed Menggunakan
mode aperture priority adalah cara aman dalam mengoperasikan kamera karena
resiko foto menjadi under-exposed (gelap) atau over-exposed (terlalu terang)
lumayan kecil. Kenapa? karena nilai shutter kamera range-nya lumayan lebar,
dari 30 detik sampai 1/4000 detik (atau 1/8000 detik dikamera canggih), yang
mana sangat mencukupi untuk berbagai kondisi cahaya.
- Manual Mode
Seperti namanya, kita mengontrol nilai aperture dan shutter speed
kamera secara manual sepenuhnya. Anda harus memilih nilai aperture sekaligus
shutter speed. Mode ini bisa dipakai saat memotret obyek foto yang kondisi
pencahayaan-nya membuat kamera “bingung”. Contohnya adalah saat kita memotret
teman di pantai yang sangat terang, kamera mungkin akan salah menilai exposure
sehingga wajah teman jadi hitam supaya pasir dipantai tidak over-exposed. Dalam
kasus seperti ini, kita bisa mengganti mode menjadi manual dan melakukan
metering dengan mengukur exposure di wajah teman lalu menentukan aperture serta
shutter speed secara manual berdasarkan hasil metering tadi.
Mode manual juga berguna saat misalnya kita memotret panorama (cara
memotret panorama? baca disini),
supaya terjadi konsistensi. Foto panorama dihasilkan dari beberapa foto yang
dijahit, dan nilai aperture maupun shutter speed sebaiknya selalu konsisten
sehingga hasil akhir foto panorama akan konsisten tidak belang-belang ada yang
gelap dan ada yang terang.
Cara Mengubah
Mode Kamera?
Tombol pengubah mode kamera biasanya terlihat cukup mencolok,,
sebuah tombol putar yang ditampilannya tertulis: P – S – A – M (DSLR Nikon)
atau : P – Tv – Av – M (DSLR Canon), ini beberapa contohnya::
Di beberapa
kamera kelas professional, tombol dial mode tidak ditunjukkan secara mencolok,
di Nikon D300S misalnya, hanya ada tombol kecil disebelah kanan atas bertulis
MODE.
Bagaimana Dengan
ISO?
Dikebanyakan kamera DSLR, ISO tidak berubah secara otomatis kalau kita mengganti mode-mode diatas, jadi kita harus menentukan ISO secara manual (baca konsep ISO disini). Jika anda tidak ingin menggunakan setting ISO secara manual, gunakan fitur “Auto ISO” dikamera, lalu set ISO maksimum di “800-1600″, jika anda merasa terlalu banyak noise, ganti maksimum ISO di angka yang lebih kecil.
Dikebanyakan kamera DSLR, ISO tidak berubah secara otomatis kalau kita mengganti mode-mode diatas, jadi kita harus menentukan ISO secara manual (baca konsep ISO disini). Jika anda tidak ingin menggunakan setting ISO secara manual, gunakan fitur “Auto ISO” dikamera, lalu set ISO maksimum di “800-1600″, jika anda merasa terlalu banyak noise, ganti maksimum ISO di angka yang lebih kecil.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar